<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d9101440001429477777\x26blogName\x3dAmirappm\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dTAN\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://amirappm.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://amirappm.blogspot.com/\x26vt\x3d-6198008404946862921', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
CHEERIO;
Posts
Profile
Link
Archives
Credits
+ follow
Bahagia
Senin, 28 November 201620.38 | 0 comment(s)

Apakah banyaknya foto yang diunggah berbanding lurus dengan besarnya kebahagiaan seseorang?

Dulu sekali, aku memang pernah bilang, biasanya kalau bahagia rajin juga update sana-sini.

Sampai, beberapa (jauh) waktu yang lalu, dan puncaknya hari ini, aku sadar.

Betapa tidak adilnya mengukur kebahagiaan seseorang hanya dari fotonya.

Betapa tidak adil jika kebahagiaan hanya diukur dari kualitas kamera,
dari jaringan internet,
dari aktivitas dunia maya.

Lalu apa kabarnya mereka yang tidak sanggup membeli kamera?
Mereka yang tidak dapat menjangkau jaringan internet?
Mereka yang tidak aktif di dunia maya?

Apakah mereka tidak berhak bahagia?

Bagaimana kalau ternyata saking bahagianya sampai tidak sempat berfoto?

Bagaimana kalau memang kebahagiaan tersebut dipilih untuk disimpan sendiri dan tidak untuk dipamerkan?

Bukannya saya menghakimi yang sering post foto, ya.

Maksudnya di sini, banyak kok orang-orang bahagia di luar sana yang memilih untuk tidak membagikan dokumentasi visual atas momen-momen hidupnya di dunia maya.

Banyak orang-orang bahagia di dunia ini yang tidak harus orang lain ketahui, yang dibagikan hanya untuk orang-orang tertentu.
Yang hanya untuk disimpan dengan orang-orang tertentu.
Yang hanya untuk dikenang dengan orang-orang tertentu.

Menjadi bahagia sungguh tidak rumit.
Tidak perlu punya kamera canggih.
Tidak perlu jaringan 4G.
Tidak perlu punya banyak account sosial media.

Bahagia itu dirasakan kok, bukan dideklarasikan.

Keep being happy :)

Label: