<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d9101440001429477777\x26blogName\x3dAmirappm\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dTAN\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://amirappm.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://amirappm.blogspot.com/\x26vt\x3d-6198008404946862921', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
CHEERIO;
Posts
Profile
Link
Archives
Credits
+ follow
'Bener'
Rabu, 17 Februari 201613.48 | 0 comment(s)

Super nggak suka kalo ada yang bilang 'Udahlah ga usah urusin hidup orang! Urusin aja hidup sendiri, hidup sendiri aja belum bener.'
.
.
.
.
.
How thoughtless......

Bobrok banget bangsa ini kalo sampe semua orang mikir gitu.

Hello?

Kalo semua orang baru punya hak bersuara, berpendapat, memberi saran, memberi nasehat, memberi kritik setelah orang itu 'bener', wah hancur sudah negeri ini.

Nunggu sampe kapan kalo semua orang harus 'bener' dulu.

Lah wong dinasehati kan biar bener, yang dinasehati juga suatu hari boleh menasehati kok.

Padahal kan proses saling memberi nasehat, kritik, saran itu kan proses menuju kebenaran.

Yang dikritik juga punya hak untuk mengkritik, kok.

Enak, kan, kalo sama-sama menuju kebenaran. Jadi output-nya juga nanti bareng-bareng jadi orang 'bener'.

Yang dikritik kalo merasa kritik yang disampaikan tidak sesuai punya hak juga kok untuk menyanggah. Kalo emang kedua belah pihak berpikiran terbuka dan saling memberi pendapat berbobot pada akhirnya akan sama-sama menuju kebenaran. Lebih enak lagi kalo yang lagi dibahas ternyata sudah ada ilmu & ajarannya, ya tinggal dikaji bersama. Nggak repot, kan? Enak, kan kalo sama-sama open-minded?

Nah kalo jawaban macam 'urusin aja hidup lo, hidup lo aja belum bener' mah nggak bernilai, nggak berbobot, nggak menuju kebenaran sama sekali.

Itu jawaban defensive ketika dia tau yang sedang disampaikan adalah benar dan yang dilakukannya adalah salah, tapi nggak mau terima, nggak mau salah, nggak mau berlanjut dan makin (kelihatan) salah. Makannya segera diakhiri dengan jawaban kayak gitu.

Dasar, cari-cari pembenaran, ya, biar nggak keliatan salah?

Ngomongin tentang hak, jawaban defensive itu berhak untuk dilontarkan juga, sih. Nggak mengelak pasti ada orang-orang seperti itu.

Untungnya di negeri ini masih ada orang-orang yang berpikiran terbuka.

Jika Anda salah satu yang defensive, yuk, bareng-bareng open our mind biar kita bisa sama-sama 'bener'. Saling mendengar dan saling menasehati menuju kebenaran.

Salam kebenaran :)

Label: , , ,