<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://draft.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d9101440001429477777\x26blogName\x3dAmirappm\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dTAN\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://amirappm.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://amirappm.blogspot.com/\x26vt\x3d-6198008404946862921', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
CHEERIO;
Posts
Profile
Link
Archives
Credits
+ follow
Pelangi ft. (Nyaris) Badayyy
Minggu, 13 September 201513.59 | 0 comment(s)

Ceritanya, di suatu hari Jumat yang lumayan cerah, setelah kuliah Patologi Klinik, adalah giliran grup OD saya untuk praktikum. Grup spesial ini, yang isinya NPM akhir-akhir + KPBI dan dengan segala kepusingannya berbentrok-bentrok dgn praktikum lain sehingga berakhir pada formasi grup yang lebih random -- Sebagian NPM tengah + 12 NPM akhir + KPBI, sudah duduk siap untuk praktikum sejak jam 1 siang. Bahkan banyak yang sudah mulai ngutak-ngatik phantum-nya, padahal dosen jaganya aja belum ada......

Jam 1 tepat, datanglah salah seorang dosen jaga kami, tapi cuma seorang :""""""" -- untuk ACC 56 orang. Dengan sangat berat hati, beliau meminta maaf kepada kami karena dosen-dosen lain sedang sakit dan ada juga yang berhalangan hadir. Ya sudah, selama prolog dari beliau, nafas-nafas ambis ngantri ACC udah kedengeran, nih.

Sebenarnya, hari itu harusnya resume mengenai Restorasi Amalgam Kelas II sudah selesai, jadi bisa langsung responsi. Memang begini sistem di OD, ketika sudah selesai sampai step yang required, sebelum masuk ke preparasi itu wajib ada yang namanya responsi/diskusi materi yang syaratnya harus ngumpulin resume dulu.

Menurut grup-grup sebelumnya yang sudah praktikum hari Senin, belum akan ada responsi di pertemuan itu, walaupun sudah selesai step kontur gusi. Dengan berbekal referensi dari 2 grup pendahulu ini, dengan muka yang amat teramat tebal, saya datang tanpa membuat resume.

Laporan aja, nih, kondisi phantum RA saya sih lumayan, RB udah rapih sih, cuman kayak *nnnnnnnnggggggg* nnngggigivitis maksudnya. Resume; 0 halaman, bahkan nulis nama di kertas pholio pun belum......

Dengan segala pertimbangan, akhirnya dosen jaga kami tersebut memutuskan di sesi pertama ini adalah beliau yang berkeliling menghampiri meja kerja kami..... Kebetulan saya ada di baris ke-3 dari depan, jadi ya mungkin beliau akan sampai di meja saya sekitar 10 menit.

Jujur, sebenarnya saya ngarepnya tidak langsung ACC supaya tidak langsung responsi, tapi kalau dipikir-pikir, dengan hanya 1 dosen, antrian 56 orang............lumayan juga antrian ACC. Oke, Plan B! Langsunglah saya nyalakan spirtus dan utak-atik phantum RA saya, sampai sang dokter sudah sampai di meja teman sebelah saya, barulah saya hentikan semua pekerjaan.

Jujur, kaget. Dokter saya yang satu ini adalah termasuk dokter yang sangaaaaat detail-tail-tail. Tapi beliau mampir di meja saya hanya sekitar 1 menit........ Phantum RA saya sudah ACC. Dan phantum RB yang nnnggg-ginggivitis itu ternyata tidak diperiksa hari itu. Masya Allah......

One Shot dalam praktikum OD.......menurut saya kalau bukan karena faktor skill+ridha Allah, akan menjadi Impossible. Dan dalam kasus saya kali ini saya yakini faktor paling berpengaruhnya adalah ridha Allah. Dengan rasa berbunga-bunga-bunga atas hasil prestasi saya ini, saya sampai bingung harus ngapain..... Sampai sang dokter berkata,

"Yang sudah selesai kontur gusi, siap-siap responsi, ya."

Bunga-bunga-bunga yang tadi itu, langsung jadi pupuk kompos semua. Kebahagiaan turns to be kebingungan. Astaghfirullah...........pikiran bakal dipulangin gara-gara ga bikin resume langsung mendominasi otak saya.

Tetapi kemudian teman sebelah saya yang super duper rajin, sebut saja dia Valen, bertanya apakah jika resume belum selesai boleh diselesaikan dulu. Dan we got the yes answer! Fyuuuh ada sedikit harapan.......

Saya dengan segala keterbatasan modal, even kertas pholio, langsunglah bertindak cepat. Secara logika sih, saya sudah tidak ada harapan.... 20 lembar (=40 halaman) bahan resume berbahasa inggris dengan font size sekitar 8-9 pt. Kebayang, kan itu materi sesungguhnya sebanyak apa. Nnnnnggggggg -- udah bukan nnnggg-ginggivitis lagi.

Walaupun sangat tidak mungkin resume bakal selesai hari itu, at least I've tried lah. Teman saya sampai menawarkan buat menyalin resumenya, duh, dalam segala kekacauan ini, memang menggoda sekali tuh tawaran. Tapi, saya memutuskan untuk tetap manual membaca si sumber langsung. Alhasil, meja parktikum seketika berubah menjadi meja belajar


Sempat diselingin dengan ketiduran segala di tengah-tengah kegentingan nge-resume. Duh, maafin Amira, Yaa Allah.

Hingga akhirnya tibalah saat pengumpulan resume.......Bahkan resume saya belum ada 1 halaman pholio........Ya jelas tidak saya kumpulkan, lah.....Untung teman-teman KPBI yang mega super duper rajin udah pada beres resumenya dan siap responsi.....

Terus tiba2 sang dokter memutus rantai antrian ACC dan ngomong via microphone,

"Bagi yang responsi, akan saya panggil secara acak satu orang di antara kalian. Jika dia lulus, 1 kelompok boleh melanjutkan ke step berikutnya."

Nnnnnggggg ini apa lagi????

Terpanggillah nama seorang teman KPBI saya, sebut saja dia Su, untuk responsi sendiri, memikul beban teman2 sekelompoknya..... Puk puk Su. Untung Su pintarrr. Dan lulus! *padahal bukan anggota kelompok*

*masih berkutat dengan resume*

*setengah pasrah*

Waktu praktikum tinggal sedikit lagi, sih. Jadi udah ogah-ogahan juga baca huruf-huruf mungil itu. Sampai the doctor keluar, bawa segepok resume manusia-manusia rajin, yg rata2 si empunya anak KPBI. Fyi, tragically, dari segepok resume itu, 2 punya anak reguler, DUA, hahahaha Sarimi aja isinya udah dua. Jadi berasa ngumpulin sarimi (?)

Dan pada akhirnya, menjelang praktikum berakhir, dokternya muncul dan bilang,

"Sebenarnya responsi itu baru dimulai minggu depan. Mulai semester ini, kami membuat sistem baru utk responsi. Jadi, tanggalnya sudah ditetapkan, dosen pembimbingnya pun sudah ditetapkan dan tidak akan berubah. Berhubung hari ini hanya saya dosennya, jadi yang tadi seorang responsi dengan saya tidak dianggap responsi, ya..... Saya cuma ngecek kesiapan kalian."

Dok......... :"""""""""""""

Terima kasih sudah membuat pelangi dan badai nyaris dateng bersamaan, Dok......

Untung cuma gerimis, he he.......

Mungkin ini juga peringatan untuk saya agar selalu sedia payung walaupun ramalan cuaca bilang hari itu panas.......

Anggap aja ending ini sebagai kesempatan........

Kesempatan untuk bawa payung, ya!

Jangan malas bikin resume, Amira :)

Label: , ,