<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d9101440001429477777\x26blogName\x3dAmirappm\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dTAN\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://amirappm.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://amirappm.blogspot.com/\x26vt\x3d-6198008404946862921', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
CHEERIO;
Posts
Profile
Link
Archives
Credits
+ follow
Filosofi Kaca Spion
Sabtu, 30 Mei 201520.59 | 0 comment(s)

Suka merenung tentang filosofi kaca spion.

Iya,
Kadang kalau habis ngelakuin kesalahan, suka menyesal.
Menyesal terus.
Terus sampai lama banget you don't even realize that you've grown up this big
Sampai that regretful-mistake udah jadi masa lalu kelam

Terus apa?

Kalau dipikir-pikir, dengan begitu, ibarat kamu lagi nyetir, liatnya kaca spion terus.
Terus.
Kebayang kalau orang nyetir liatnya cuma ke kaca spion?
Nabrak.

Kalau kamu cuma menyesali masa lalu, secara tidak langsung kamu sedang menghancurkan masa depanmu.
Ingat, kaca spion hanya berguna untuk melihat ke belakang agar kamu tahu apa yang harus kamu lakuin buat nyetir ke depan.
Kalau kamu menyesal akan sesuatu di masa lalu, jadikan itu pelajaran di masa depan. Setidaknya kamu tahu kalau hal serupa datang lagi, apa yang harus kamu lakuin.
Jangan sampai kejeblos di lubang yang sama.
Kamu emang harus liat kaca spion waktu nyetir, tapi pandangan utama itu ke depan.
Karena masa lalu kelam itu ada untuk menghadapi masa depan cerah.

Dear someone, look forward.
Kaca spion bukan cermin.
Jadi jangan dilihat terus-terusan, ya :)

Label: , , ,